HOT NEWS!

Latest Post

Showing posts with label Indonesia News. Show all posts
Showing posts with label Indonesia News. Show all posts

Pimpinan KPK Saut Situmorang: Tujuan Merdeka Itu Apa? Bebas Dari Ketidakadilan

Written By Admin on Thursday, August 17, 2017 | 4:31 AM

Ratu Berita - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 ditandai KPK dengan mempersembahkan 3 hal. Pimpinan KPK Saut Situmorang, menyebut sebagai tujuan kemerdekaan. 


Pimpinan KPK Saut Situmorang: Tujuan Merdeka Itu Apa? Bebas Dari Ketidakadilan

" Tujuan merdeka apa itu? Kita kan bebas dari kemiskinan, bebas dari ketidakadilan, bebas dari ketidakjujuran, bebas dari ketidakbenaran, " ungkap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang  

Saut lalu mengembalikan pertanyaan itu ke pribadi masing-masing. Menurut dia tujuan itu sejalan dengan apa yang dikerjakan KPK saat ini. 

" Nah saat ini kita sudah jujur nggak? Sudah adil nggak? Nah, kita masuk dalam tiga hal tersebut. Kami berusaha untuk jujur, kami berusaha untuk benar. Itu saja salamnya, " pungkas Saut sembari melempar senyum.

Sedangkan pimpinan KPK yang lain, Alexander Marwatta, menyebutkan, dengan usia ke-72 tahun itu semestinya Indonesia telah cukup tua. Indonesia harusnya sudah lepas landas untuk jadi negara maju. 

" Ini ke-72. Saya kira usia segitu bila orang itu telah cukup tua, cukup dewasa. Kita lihat orang makin tua itu makin dewasa. Bila negara 72 tahun itu harusnya telah tinggal landas, " tutur Wakil Ketua KPK Alexander Marwatta di tempat yang sama. 

Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, ada yang menahan Indonesia untuk lepas landas. Salah satunya adalah perkara korupsi. 

" Korupsi jadi salah satu tantangan yang berat, dan itu sudah di berbagai sudut Indonesia juga berkaitan dana desa, korupsi telah banyak ke KPK, " ungkap Alex

( Ratu Berita ) 

Temukan Sabu 60 Kg Di Mall, Polisi Jakbar Menangkap 29 Orang

Written By Admin on Tuesday, August 8, 2017 | 5:16 AM

Ratu Berita - Polisi masih selidiki pemilik sabu sebanyak 60 kilogram yang di temukan di mall di daerah Tambora, Jakarta Barat. Usai melakukan pengecekan, polisi menyebutkan kawasan kapuk menjadi sasaran peredaran sabu tersebut.

Temukan Sabu 60 Kg Di Mall, Polisi Jakbar Menangkap 29 Orang


" Hasil penyelidikan tunjukkan barang itu disalurkan di antaranya ke Kapuk Pulo, RT 05/10 Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, atau yang kerapkali di kenal Kampung Ambon, " ucap Kapolres Metro Jakarta Barat

Setelah mendapatkan kepastian, polisi menggerebek tempat itu. Hasilnya, diamankan 29 orang yang disangka mengedarkan serta menggunakan narkoba.

" Kemudian, tadi sore tim menangkap 29 orang, 23 laki-laki dan 6 perempuan. Satu orang lakukan perlawanan hingga dilakukan aksi terukur (ditembak). Sekarang ada di RS Polri, " ucap Roycke.

Sebanyak 29 orang itu diamankan dari tiga lapak. Lapak-lapak itu ada di sekitaran Kali Apuran, di pinggir Kampung Ambon.

" Waktu Kampung Ambon telah dibersihkan, mereka pergi ke pinggiran. Jadi pindah tempatnya, " ucap Kasat Reskrim Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto.

Tidak cuman mengamankan 29 orang, polisi menyita alat isap sabu, sebagian senjata tajam, uang tunai Rp 6 juta, alat timbang, dan handphone.

Polisi menemukan 60 kg sabu lima hari lalu . Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapati dua orang yang disangka jadi pemiliknya, yaitu berinisial H dan U. Keduanya masuk daftar pencarian orang.

" Tidak ada pemilik sabu 60 kg, yaitu H serta U, dari 29 orang ini. Kita masih tetap lakukan penyelidikan, " ucap Suhermanto.

Ratu Berita

SADIS! Pria Ini Tikam Pacarnya Berkali-Kali Hanya Karena...

Written By Admin on Thursday, August 3, 2017 | 5:39 AM

Ratu Berita - Deka membunuh Dewi di kamar kos di Jalan Gama I, Tanjung Senang pada 2 Maret 2017 yang lalu dan Deka sendiri telah merencanakan pembunuhan tersebut hanya karena rasa cemburu. 


Deka Putra (24) tidak menyesali  perbuatannya yang telah membunuh kekasihnya yang bernama Dewi Apriyani. 

Tidak adanya rasa penyesalan tersebut menjadi faktor pemberat bagi Jaksa Penuntut Umum, Richard Sembiring untuk menuntut Deka atas apa yang telah dilakukannya. 

"Menurut terdakwa dengan pidana penjara selama 20 tahun," ujar Richard ketika membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada hari Rabu (02/08/17).

SADIS! Pria Ini Tikam Pacarnya Berkali-Kali Hanya Karena...


Deka dinilai jaksa telah melakukan sebuah pembunuhan berencana terhadap kekasihnya sendiri, Dewi. 

Majelis Hakim memberikan waktu kepada Deka yang selama menjalani persidangan tidak mau didampingi oleh pengacara ini untuk mengajukan sejumlah pembelaan. 

Penawaran Majelis Hakim yang diketuai oleh Jhony Butar Butar ini ditolak oleh Deka. Deka tidak ingin mengajukan pembelaan baik secara lisan maupun tulisan. 

Dengan begitu, persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan mendengarkan pembacaan keputusan terhadap Deka. Pihak keluarga Dewi pun mulai geram melihat Deka. 

Mereka ingin mendekati Deka namun langsung ditahan oleh petugas keamanan. "Puas lo ya Deka ?" kata ibu dari Korban. 

Deka membunuh Dewi di kamar kos di Jalan Gama I, Tanjung Senang pada 2 Maret 2017 yang lalu dan Deka sendiri telah merencanakan pembunuhan tersebut hanya karena rasa cemburu. 

Deka menilai Dewi telah berubah karena memiliki kekasih yang lain. 

"Deka berniat untuk membunuh korban agar tidak ada laki-laki lain yang bisa memiliki korban," kata Richard. 


Rizieq Syihab Dijadwalkan Ikut Pawai 17 Agustus Yang Dipelopori FPI


Deka menjalankan rencananya dengan menghubungi Dewi dengan alasan ingin memberikan uang untuk membeli telepon seluler. Deka menyuruh Dewi ke kamar kos nya untuk mengambil uang tersebut kemudian Deka meminjam pisau dari tetangga kosnya. 

Pisau tersebut disembunyikan di antara tumpukan baju. Begitu Dewi tiba, Dewi meminta uang yang telah dijanjikan  oleh Deka namun tidak kunjung diberikan dengan alasan tidak ada uang. 

Dewi marah dan hendak pergi. Deka langsung menariknya dan mengambil pisau yang ada pada tumpukan baju. Pisau tersebut ditikamkan ke punggung Dewi sebanyak dua kali dan Dewi sebagai korban langsung jatuh tersungkur. 

Deka kemudian menduduki tubuh Dewi sambil menusuk pisau ke punggung Dewi hingga gagang pisaunya terlepas. Tak berhenti sampai disana saja, Deka mencabut mata pisau dan memasangnya kembali ke gagangnya lalu menikam tubuh Dewi berkali-kali.

Setelah merasa sudah puas, Deka pergi dari kamar kosnya dan meninggalkan kekasihnya tewas di tempat berlumuran darah. 

Ratu Berita


Terungkap! Sugiarti Ditetapkan Sebagai Tersangka Teror Go Food Fiktif

Written By Admin on Tuesday, August 1, 2017 | 5:54 AM

Ratu Berita - Sebelumnya, polisi sendiri sudah menetapkan Sugiarti sebagai tersangka. Sugiarti mengaku Ia dibantu oleh dua orang keponakannya yang memiliki inisial FH dan R. 


Polisi menyebutkan bahwa kasus order Fiktif Go-Food yang dialamatkan ke Julianto Sudrajat diduga memiliki motif asmara karena tersangka bernama Sugiarti alias Arti telah mengaku melakukan hal tersebut karena rasa sakit hatinya kepada Julianto. 

Terungkap! Sugiarti Ditetapkan Sebagai Tersangka Teror Go Food Fiktif

"Alasan melakukan itu karena merasa disakiti," kata Kombes Andry Wibowo selaku Kapolres Jakarta Timur pada hari Senin, (31/07/17).

Andry menjelaskan Sugiarti mengaku memiliki keinginan agar Julianto menikahinya. Namun permintaan tersebut malah ditolak oleh Julianto. Karena sakit hati, Sugiarti melakukan perbuatan pencemaran nama baik yang ditujukan kepada Julianto melalui media sosial. 

"Melakukan pencemaran nama baik di media sosial dengan maksud bahwa Sugiarti merasa sakit hati dan Ia ingin Julianto segera menikahinya agar Julianto dipecat dari pekerjaanya," jelas Andry. 

Sebelumnya, polisi sendiri sudah menetapkan Sugiarti sebagai tersangka. Sugiarti mengaku Ia dibantu oleh dua orang keponakannya yang memiliki inisial FH dan R. 

Dalam kasus ini , tersangka Sugiarti belum ditahan. Polisi masih terus mendalami motif kasus tersbut. 

"Kita akan melakukan pemanggilan kedua untuk mendalami motif," 

Julianto sendiri mengaku bahwa Ia baru tahu Arti telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia berencana untuk ke Polres Jakarta Timur untuk memastikan dan berniat mengkonfirmasikan hal ini ke Kantor tempatnya bekerja bahwa tersangka order fiktif Go Food yang ditujukan kepadanya telah ditangkap.

Ratu Berita 


Baca Juga : 


Ini Alasan Mengejutkan WNA Yang Lakukan Penipuan di Indonesia

VIRAL ! Penumpang Ini Dihajar Ojek Hanya Karena Batalkan Pesanan

5 Fakta Rosita Siswi Yang Mengaku Punya Tabungan Rp. 42 Juta Di Sekolah Meninggal Dunia

Written By Admin on Sunday, July 30, 2017 | 5:13 AM

Ratu Berita - Upaya bunuh diri ini dilakukan Rosita dengan menenggak obat sakit kepala bercampur minuman bersoda. Dan diduga itu yang menyebabkan Rosita mengalami sakit lambung akut. 


Rosita ditemukan meninggal dunia dengan keadaan mulut berbusa di dalam kamarnya pada hari Jumat (28/07/17) pagi. Inilah fakta pilu sebelum gadis berusia 16 tahun itu meninggal dunia. 

5 Fakta Rosita Siswi Yang Mengaku Punya Tabungan Rp. 42 Juta Di Sekolah Meninggal Dunia


Pertama, Rosita pernah berniat mengakhiri hidupnya setelah tabungannya sebesar Rp. 42 juta tidak diahui oleh pihak sekolah. Beruntung nyawa putri pasangan Suliono (42) dengan Wijiyati (37) warga Dusun Glendangan, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang ini berhasil di selamatkan. 

Upaya bunuh diri ini dilakukan Rosita dengan menenggak obat sakit kepala bercampur minuman bersoda. Dan diduga itu yang menyebabkan Rosita mengalami sakit lambung akut. 

"Rosita pernah dua kali akan bunuh diri. Diduga karena depresi dengan permasalahn keluarga," kata  Sri Wahyuni Pudji Lestari selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang pada hari Sabtu (29/07/17). 

Yang kedua, sumpah pocong. Keluarga mengajukan dilakukannya sumpah pocong setelah mediasi untuk mencari kebenaran tabungan Rp. 42 juta itu ternyata gagal. Namun sumpah pocong yang akan dilakukan setelah lebaran itu batal dilakukan. 

Baca Juga : 

Karena Cemburu, Remaja 18 Tahun Ini Bunuh Diri LIVE Di Depan Pacar

Novel Baswedan : Polri Tak Akan Berani Ungkap Kebenaran


Ketiga, kisah pilu Rosita terus berjalan ketika tahun ajaran sekolah mereka berakhir. Rosita belum menentukan kemana Ia akna melanjutkan sekolah yang lebih tinggi.  Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN)  sebagai alat mendaftar tidak diambil oleh orangtua Rosita. 

"Kami yang mengambil bersama kaur keagamaan karena orangtua melarang Rosita untuk mengambil SKHUN. Jadi itu tidak benar kalau tidak diberikan oleh sekolah," ujar Bambang Suyitno selaku Kaur Umum Desa Ngingit dalam waktu yang terpisah. 

Kemudian muncul kabar adanya tindakan kekerasan yang dilakukan orangtua Rosita. Gadis berusia 16 tahun itu dikabarkan menjadi korban kekerasan yang dilakukan orangtua ketika mereka bertengkar. 

Yang terakhir, pada hari Kamis (27/07/17) malam pukul 23:00 WIB, Rosita meminta makan nasi berlauk ikan gurame yang digoreng ibunya. Setelah makan, Rosita mengeluh pusing dan minta dipijat. Tak berapa lama, Rosita beranjak dan masuk ke kamar untuk istirahat. 

Namun ternyata Tuhan berkehendak lain, keesokanhairnya, Rosita ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidur dengan keadaan mulut berbusa. Polisi yang mendapatkan laporan tersebut langsung datang ke lokasi dan melakukan olah tempat perkara. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan hanya mulut yang ditemukan mengeluarkan busa. 

Ratu Berita

Novel Baswedan : Polri Tak Akan Berani Ungkap Kebenaran

Written By Admin on Saturday, July 29, 2017 | 7:22 AM

Ratu Berita - Novel beberapa kali mengaku telah menerima teror baik dalam bentuk fisik maupun melalui saluran telepon. Ia mendapatkan informasi bahwa orang yang melakukan teror itu adalah orang yang sama. 


Novel Baswedan selaku Penyidik senior KPK mulai pesimis kasusnya akan diusut tuntas oleh tim kepolisian. Hingga lebih dari 100 hari polisi belum berhasil menangkap satu pun pelaku penyiraman air keras ke wajahnya. 

Novel Baswedan : Polri Tak Akan Berani Ungkap Kebenaran

Novel sendiri yakin bahwa ada keterlibatan oknum polisi dalam penyiraman air keras yang terjadi padanya. Ia juga menyampaikan kepada Perwira Polri yang sempat betemu dengannya. Ia meminta agar penanganan kasus ini dilakukan dengan serius. Tidak hanya untuk Novel, tapi untuk instasi polisi sendiri. 

"Meski setelah lewat dari tiga bulan, rasanya Polri tidak berani mengungkap kasus ini," kata Novel. 

Waktu lebih dari tiga bulan dianggap Novel terlalu lama untuk mengungkap kasus tindak pidana ringan. Bahkan Ia mengatakan bahwa kasus teroris saja bisa lebih cepat. 

Ia kenal benar dengan penyidik yang menangani kasusnya di Polda Metro Jaya dan dan tidak meragukan kemampuannya. Menurut Novel sendiri pengungkapan kasus ini bukan soal kemampuan tapi tentang kemauan. 

"Bisa saja mereka melakukan ini, mau apa tidaknya. Ditambah berani atau tidak," kata Novel. 

Novel beberapa kali mengaku telah menerima teror baik dalam bentuk fisik maupun melalui saluran telepon. Ia mendapatkan informasi bahwa orang yang melakukan teror itu adalah orang yang sama. 

"Orangnya itu aja. Itu yang bikin rusak Polri," ujarnya. 


Baca Juga :  




Oleh karena itu, Novel menyebut pengungkapan kasusnya itu akan berdampak kepada institusi Polri. Jika kepolisian berani mengunglap siapa dalangnya, maka akan jadi pembenahan di tubuh korps Bhayangkara. 

Menurutnya sendiri, masih banyak teror yang tidak terungkap yang menimpa penyidik lain. Ia menegaskan bahwa teror kepada aparat hukum tidak boleh lagi dibiarkan dan ditutupi kemudian penanganannya harus lebih serius. 

"Aparat yang kerja untuk kepentingan negara diteror, dilukai, diserang dan juga dipermalukan dan negara malah membiarkan. Itu hal yang sudah biasa. Dalam beberapa peristirwa, Presiden telah sampaikan untuk ungkap tuntas tapi tidak dilaksanakan," kata Novel. 


Ratu Berita 

Karena Cemburu, Remaja 18 Tahun Ini Bunuh Diri LIVE Di Depan Pacar

Ratu Berita - Gantung diri dilakukan secara live di depan pacar dengan video call Facebook. Apriani melihat langsung ketika leher pacarnya sudah berkalung tali besi. 

Meninggalnya Muhammad Hidayatullah (18) selaku putra dari Arifuddin Wahab yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maros karena bunuh diri pada hari Kamis (27/07/17) diduga disebabkan karena persoalan asmara. 

Karena Cemburu, Remaja 18 Tahun Ini Bunuh Diri LIVE Di Depan Pacar

Pasalnya sebelum ditemukan tewas tergantung di Jalan Andi Pangerang Petta Rani, Kota Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada hari Kamis sore, almarhum dikabarkan sempat bertengkar dengan kekasihnya yang bernama Apriani April Pratiwi. 

Dipicu dengan adanya kecemburuan karena almarhum Hidayatullah curiga adanya orang ketiga dalam hubungan mereka. Orang ketiga tersebut adalah mantan kekasih Apriani.

Kabar hadirnya orang ketiga ini juga diperkuat melalui status yang diposting oleh Apriani melalui akun Facebook-nya pada hari mnejelang kematian gantung diri Hidayatullah. 

Apriyani sempat menulis tiga status sejak pagi hingga sore yang semuanya berisi curhatan dan ungkapan kekesalan. 

Selain menulis status, Apriani juga kabarnkya melakukan percakapan melalui video dengan almarhum ketika detik-detiknya bunuh diri. 

Kasus bunuh diri Hidayatullah ini menjadi peringatan bagi kita untuk senantiasa memperhatikan teman atau saudara kita yang masih remaja serta masih memiliki karakter yang labil. 

Baca Juga : 



Peristiwa gantung diri dilakukan ketika rumah dalam kondisi sepi dan dilakukan di rumah panggung yang jaraknya sekitar tiga meter dari rumah tetap milik keluarga. 

Alasan Hidayatullah nekat bunuh diri hanya karena persoalan sepele. Korban diduga cemburu kemudian cekcok mulut. Apriani diketahui melakukan kontak dengan perempuan dan perempuan tersebut merupakan mantan dari mantan pacar Apriani. 

Hidayatullah menduga bahwa Apriyani ingin kembali dengan mantan pacarnya lantaran aktif berkontak dengan perempuan yang merupakan mantan dari mantan pacar Apriani. 

Gantung diri dilakukan secara live di depan pacar dengan video call Facebook. Apriani melihat langsung ketika leher pacarnya sudah berkalung tali besi. 

Kini akun Facebook milik Apriani panen dengan berbagai macam hujatan. Kenekatan Hidayatullah gantung diri dinilai netizen karena ulah Apriani. 

Ratu Berita


Polisi Akan Keluarkan SP3 Untuk Habieb Rizieq 'Hanya Jika' Meninggal Dunia

Written By Admin on Thursday, July 27, 2017 | 6:21 AM

Ratu Berita - "Di KUHP diatur, syarat penghentian penyidikan. Kasus itu kadaluwarsa dan tidak termasuk tindak pidana lalu misalnya tersangka meninggal," kata Argo di Mapolda Metro Jaya pada hari Rabu (26/07/17). 


Habieb Rizieq Syihab selaku Imam Besar Front Pembela Islam telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pornografi baladacintarizieq pada 30 Mei yang lalu. Namun hingga saat ini pun beliau masih berada di Timur Tengah. 

Polisi Akan Keluarkan SP3 Untuk Habieb Rizieq 'Hanya Jika' Meninggal Dunia

Beredar kabar bahwa Rizieq Syihab melalui kuasa hukumnya untuk meminta Kapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Idham Azis utuk menghentikan kasus Rizieq Syihab. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, permintaan kuasa hukum Rizieq tidak memenuhhi syarat keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). 

"Di KUHP diatur, syarat penghentian penyidikan. Kasus itu kadaluwarsa dan tidak termasuk tindak pidana lalu misalnya tersangka meninggal," kata Argo di Mapolda Metro Jaya pada hari Rabu (26/07/17). 

Argo kemudian juga mempertanyakan permintaan yang diajukan oleh tim pengacara khusus Rizieq Syihab. "Ada masuk tidak aturannya? Nggak masuk toh?" katanya. 

Selain itu, Argoi juga menegaskan bahwa polisi telah siap untuk mengamankan Rizieq Syihab jika yang bersangkutan pulang ke Indonesia pada tanggal 17 Agustus nanti. "Yang terpenting kita siap saja, kita siap untuk mengamankan kedatangan yang bersangkutan ke Jakarta. Kita akan setia setiap saat," lanjut Argo. 

Rizieq Syihab sekarang ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan penyebaran konten pornografi. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Firza Husein yang juga menjadi tersangka. 

Ratu Berita


Ternyata Ini Alasan Jaksa Datangkan Ahok Bersaksi di Sidang Buni Yani

Written By Admin on Wednesday, July 26, 2017 | 5:51 AM

Ratu Berita - Setelah semua saksi fakta memberikan keterangan, Jaksa Penuntut Umum akan kembali menghadirkan enam orang saksi ahli. Sebelumnya, Ahok sendiri sudah direncanakn untuk dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Buni Yani pada hari Selasa (18/07/17) yang lalu. 

Ternyata Ini Alasan Jaksa Datangkan Ahok Bersaksi di Sidang Buni Yani


Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap lebih akrab disapa dengan nama Ahok mendekam dalam jeruji besi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi tersangka dalam kasus penodaan agama. Dibalik status Ahok sebagai seorang tersangka, ada pihal lain yang sampai saat ini masih menjalani perkara hukum.

Ia adalah Buni Yani. Ya sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, Buni Yani telah didakwa sebagai pengedit sekaligus penyebar video pidato Ahok ketika berada di Kepulauan Seribu.

Sampai sekarang, Buni Yani sendiri sudah beberapa kali menjalani sidang. Adapun sidang lanjutan berikutnya direncanakan digelar pada hari Selasa (01/08/17) di Gedung Perpustakaan dan Arsip di daerah Kota Bandung.

Menariknya, berkaitan dengan sidang lanjutannya, Jaksa Penuntut Umum kasus Buni Yani rencananya akan membawa Ahok keluar dari jeruji besi.

Dan bukan tanpa alasan, Ahok akan diundang untuk bersaksi di depan persidangan kasus ujaran kebencian yang sedang menjerat Buni Yani.

Demikianlah seperti yang telah disampaikan oleh JPU Andi M.Taufik.

Baca Juga : 





"Ini kita usahakan empat saksi fakta termasuk Ahok kalau memang artinya bisa," ucapnya seperti yang telah dikutip oleh salah satu media pemberitaan.

Lebih lanjutnya, saat ini pihaknya sudah mulai mengirimkan surat ke lapas tempat Ahok sedang ditahan.

"Semoga kita panggil mulai hari ini kita layangkan surat pemanggilan melalui lapas nanti kita akan lihat saja," ujar Andi.

Menurut Andi sendiri, total saksi fakta sejumlah sembilan orang sehingga masih ada empat saksi yang belum memberikan keterangan dan satu diantaranya adalah Ahok.

Setelah semua saksi fakta memberikan keterangan, Jaksa Penuntut Umum akan kembali menghadirkan enam orang saksi ahli. Sebelumnya, Ahok sendiri sudah direncanakn untuk dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Buni Yani pada hari Selasa (18/07/17) yang lalu.

Namun hal tersebut batal dilangsungkan karena beberapa fakor. Ada juga saksi yang datang pada persidangan tersebut seperti yang telah diberitakan oleh salah satu media pemberitaan adalah tiga orang pengacara yang turut membela pendukung Ahok-Djarot.

Lebih lanjutnya, Komunitas Pengacara Pendukung Ahok-Djarot adalah pihak yang telah melaporkan Buni Yani dengan tuduhan pelanggaran Undang Undang ITE.


Ratu Berita 


HEBOH! Menteri Susi Disebut Mirip Gal Gadot

Written By Admin on Tuesday, July 25, 2017 | 7:30 AM


Ratu Berita -  Sebuah situs pemberitaan juga mencari video aksi Gal Gadot saat menari yang disamakan dengan tarian Menteri Susi.

Nama Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti kembali ramai dibicarakan di jagat media sosial. Setelah aksi cword surfing-nya yang viral beberapa waktu yang lalu, kini aksi joget Susi diatas dek kapal kembali viral.

HEBOH! Menteri Susi Disebut Mirip Gal Gadot


Video ini pertama kali dipublikasikan di unggah oleh akun media sosial, Fika Fawzia @nrg07 selaku Staf Menteri Kelautan dan Perikanan pada hari Senin (24/07/17) pagi.

"Bete di hari Senin? Jogetin aja biar semangat kaya Ibu @susipudjiastuti," tulis Fika dalam caption unggahannya.

Di unggahan video yang memiliki durasi 14 detik itu, Susi tampak sedang asik berjoget ria dan lincah dengan balutan pakaian kasual bergaris hitam putih, kacamata hitam dan tanpa menggunakan kaus kaki.


Sontak unggahan ini mendapatkan beragam reaksi dari banyak netizen dan warganet. Kebanyakan repson memuji aksi joget menteri berusia 52 tahun ini.

Sebuah situs pemberitaan juga mencari video aksi Gal Gadot saat menari yang disamakan dengan tarian Menteri Susi.

Ratu Berita



Aksi Jokowi Menyulap : 5 Hari Dilatih Kaesang Tiap Malam

Written By Admin on Monday, July 24, 2017 | 6:09 AM

Ratu Berita -  Presiden Indonesia, Joko Widodo atau lebih kerap disapa hangat dengan 'Pak Jokowi' ini didampingi oleh Iriana, Ibu Negara dalam menghibur ribuan anak-anak melalui permainan sulap yang ditampilakannya pada acara perayaan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Riau, Ahad pada hari Minggu (23/07/17).


Aksi Jokowi Menyulap : 5 Hari Dilatih Kaesang Tiap Malam

"Butuh lima hari untuk belajar ini. Dilatih Kaesang, jadi saya dan Bu Jokowi ditraining selama lima hari, tiap malam kalau pulang. Jam 11 malam sampai jam 12. Tidak tahu tadi bagus tidak ya? Bagus ya?" ungkapnya mengenai aksi sulap yang ditampilkannya. 

Menurut Jokowi sendiri, setiap malam Ia dilatih oleh putra bungsunya, Kaaseng Pengarep. Semua itu dilakukannya agar bisa tampil pada acara peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru. 

Jokowi sendiri tidak mempermasalahkan jika teknik sulapnya itu menggunakan kantong kain berwarna merah dan sedikit ketahuan oleh anak-anak yang menonton. 


"Ya namanya bukan pesulap, tidak jago, baru saja lima hari jadi kalau ketahuan ya mohon maaf. Tadi anak-anak juga banyak yang nunjuk-nunjuk ya, itu Pak kelihatan." ujarnya sembari tertawa. 

Pada hari perayaan Hari Anak Nasional, Jokowi memainkan tiga trik sulap di depan anak sehingga membuat suasana perayaan menjadi semakin meriah. Duet antara Jokowi dan Iriana tidak kalah hebat dari pesulap profesional. Iriana yang ditunjuk sebagai asisten ini sigap menyiapkan perlengkapan sulap di sebuah meja yang telah dilapisi dengan kain berwarna hitam. 

Jokowi memainkan beberapa trik sulap yang menghibur. Aksi sulapnya tidak ayal dari membuat Hari Anak Nasional di Riau semakin meriah. Jokowi menyulap tongkat kayu menjadi sebuah kembang bunga, kemudian mengeluarkan banyak kotak kecil di dalam kotak besar yang kosong lalu mendatangkan sebuah jam tangan di dalam kantong kain yang awalnya kosong. 

Kehadirannya pada acara Hari Anak Nasional begitu dinikmati oleh anak-anak.

Baca Juga : Buku 'Ahok di Mata Mereka' Oleh 51 Penulis Berhasil Diterbitkan

Ratu Berita

Cabuli Anak 13 Tahun, Nenek 61 Ini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Written By Admin on Friday, July 21, 2017 | 4:19 AM

Ratu Berita - Seakan Indonesia tidak luput dari berbagai kecacatan moral, setelah banyaknya kasus yang belakangan ini sedang terjadi di Indonesia, mulai dari aksi teror, aksi bom, kasus narkoba, pelanggaran UU ITE, nenek 81 yang menikah dengan anak 16 tahun dan kini kembali dihebohkan dengan berita baru. 


Nenek Harni (61) telah berhasil diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polresta Palembang. Polisi telah menetapkan beliau sebagai tersangka atas kasus dugaan tindakan cabul terhadap anak dibawah umur berinisisal AR (13).

Cabuli Anak 13 Tahun, Nenek 61 Ini Ditetapkan Sebagai Tersangka


"Sudah diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolresta Palembang Kombes Wahyu Bintono HB di Mapolresta Palembang pada hari Kami s (20/07/17). 

Nenek Harni telah menikah selama puluhan tahun dan tidak memiliki anak. Ia mengakui dirinya telah melakukan hubungan tubuh sejak beberapa bulan terakhir karena sayang dan kerap digoda oleh AR. Bahkan perbuatannya ini dilakukan sang suami ketika berada di rumah.


Menurutnya, perbuatan tersebut dilakukan atas dasar suka dan juga paksaan. Ia mengatakan bahwa Ia sedang berada di rumah. Meski bekerja sebagai pemulung, Nenek Harni sedang memberikan uang sekitar Rp. 10.000 sampai Rp. 20.000 untuk uang jajan harian AR. Menurutnya, jika hal itu tidak diberikan AR akan merajuk dan tidak mau pulang dari rumahnya. 

"Kalau sudah dicium siapa yang tidak terangsang? Akhirnya kami lakukan itu di rumah. Terus dia juga sebenarnya juga sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri jadi sering saya kasih uang jajan juga," 

Atas perbuatannya itu, Nenek Harni kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan juga dikenakan pasal 82 ayat 1 tentang pencabulan anak dibawah umur dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.


Baca Juga : Pria Ini Perkosa Bocah 8 Tahun Hingga Mati, Mayat Dimasukkan Ke Karung


Namun dari pengakuan lain, akibat dari kejadian tersebut, AR mengakui mengalami trauma mendalam. Bahkan di sekolah, Ia sering dibully oleh teman-temannya. Namun, Ia sendiri mengaku tetap mengikuti pelajaran. 

"Saya malu. Saya shock dan trauma," terangnya. 

Dengan nada yang sangat berat, Ia menjelaskan kronologi pencabulan berkali-kali di rumah nenek Harni. Korban disuruh tidur telentang. Setelah telanjang, terlapor memainkan alat vital korban dan menaiki badan AR. 

"Saya disuruh tidur terlentang lalu dibuka celana. Dia menaiki badan saya dan tidak sampai lima menit ada cairan yang keluar," ungkapnya.

Nenek Harni yang bekerja sebagai pemulung telah diamankan oleh petugas unit PPA Polresta Palembang dengan mengenakan daster panjang di interogasi secara intensif. 

Dalam beberapa bulan terakhir, sudah sekitar delapan kali Ia melakukan hubungan tubuh dengan bocah tersebut. Pengakuannya lebih mengejutkan bahwa sebelum mencabuli AR sudah terbiasa melakukan hal tersebut kepada sesama jenis. 


Ratu Berita 

Pria Ini Perkosa Bocah 8 Tahun Hingga Mati, Mayat Dimasukkan Ke Karung

Written By Admin on Thursday, July 20, 2017 | 7:24 AM

Ratu Berita - Meski telah tewas dan mencapai klimaks pertamanya, Ican masih melakukan aksi bejatnya ketika korban sudah tidak bernyawa. Ican kemudian menyuruh Andre untuk mengambil karung. 

Pria Ini Perkosa Bocah 8 Tahun Hingga Mati, Mayat Dimasukkan Ke Karung

Ican Belut (32) yang menjadi tersangka kasus pecabulan hingga menewaskan korban dengan memasukkannya ke dalam karung Nur Fadhila Putri (8) menjalani rekonstruksi di Polresta Palembang pada hari Rabu, (19/07/17). 

Sebanyak 21 adegan diperagakan dalam proses rekonstruksi itu. Dari hasil rekronstruksi yang digelar ini diperlihatkan Ican bersama Andreas (19) melakukan aksinya mulai dari memanggil bocah perempuan itu masuk ke dalam kamar. Ketika itu, tersangka Andre juga melihat dan mengetahui jika Ican membawa Putri masuk ke dalam rumah. 

Pria Ini Perkosa Bocah 8 Tahun Hingga Mati, Mayat Dimasukkan Ke Karung
Ican Belut (32), Andreas (19)

Setelah masuk, Ican menyuruh Putri untuk membuka celana namun sempat ditolak oleh Putri. Setelah dibujuk, Ican langsung membuka celana Putri dan membaringkan korban diatas kasur. 

Usai tersangka mencapai klimaksnya, Ia kemudian kembali melakukan aksinya dengan memasukkan tiga jari ke dalam anus korban. Ketika Putri berteriak, Ican langsung menyekap mulutnya dan mencekik leher Putri sampai tewas.



Meski telah tewas dan mencapai klimaks pertamanya, Ican masih melakukan aksi bejatnya ketika korban sudah tidak bernyawa. Ican kemudian menyuruh Andre untuk mengambil karung. 

Mayat Putri dimasukkan ke dalam karung dan diikat dengan menggunakan tali plastik berwarna hitam dan meletakkannya di bawah tempat tidur. 

"Kita gunakan pasal berlapis. Undang-Undang Perlindungan Anak, tetap lapiskan dengan pembunuhan berencana itu pasal 340 KUHP. Keterangan mereka berdua sangat menguatkan, sama-sama memperkosa dan membunuh," 

Ratu Berita 


Ternyata Hanya Karna Ini Alasan Siswi SMP Bullying Siswi di Thamrin City

Written By Admin on Tuesday, July 18, 2017 | 4:23 AM


Ratu Berita - "Setelah pulang sekolah itu langsung dihadang sama temannya. Ayo ke Thamrin City. Dibanting, diinjak, ditendang dan juga ditonjok," kata Mustakim,"


Pelaku menganiaya SW (12), siswi kelas VI SDN Kebon Kacang 003, Tanah Abang di Pusat Perbelanjaan Thamrin City pada hari Jumat (14/07/17) hanya karena merasa 'Kesal'. 

Hal ini disampaikan oleh HR (13) yang juga merupakan salah satu pelaku bullying sekaligus siswa salah satu SMP Swasta di DKI Jakarta. HR merasa kesal terhadap SW karena komentar yang ditulisnya di akun medsos Facebook. 

Ternyata Hanya Karna Ini Alasan Siswi SMP Bullying Siswi di Thamrin City


"Dia katain saya cengeng dan saya jawab kita buktikan saja siapa yang cengeng," ujarnya pada hari Senin (17/07/17).

Kejadian penganiayaan kepada SW ini hanya berawal dari perselisihan antar korban dengan pelaku saja. Selain melakukan penganiayaan SW, para pelaku juga turut mendokumentasikan kejadian tersebut dan juga menyebarluaskan video rekaman itu ke media sosial. 

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang, Komisaris Polisi Mustakim mengungkapkan bahwa para pelaku justru merasa bangga telah melakukan perbuatan yang tidak terpuji tersebut. 

"Pelaku malah merekam dan memasukan ke media sosial. Dia bangga. Masalah berawal hanya dari cekcok mulut, ya namanya anak-anak sekolah," ujar Mustakim pada hari Senin (17/07/17). 

Ia turut menjelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari perselisihan antara pelaku dan korban pada hari Kamis (13/07/17). Kemudian salah satu pelaku menantang korban untuk mendatanginya ke lantai 3 pusat perbelanjaan Thamrin City. 

Setelah sampai di pusat perbelanjaan yang ada di wilayah Jakarta Pusat tersebut, sejumlah orang sudah ada disana dan menunggu korban. Ia seorang diri dianiaya oleh sejumlah orang. 

"Setelah pulang sekolah itu langsung dihadang sama temannya. Ayo ke Thamrin City. Dibanting, diinjak, ditendang dan juga ditonjok," kata Mustakim," 

Baca Juga : 




Berselang satu hai dari kejadian itu, korban langsung didampingi oleh pihak keluarga untuk melaporkan ke Mapolsek Metro Tanah Abang. Selain itu, korban juga dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan visum namun hingga sekarang hasil visum tersebut masih belum keluar. 

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih coba untuk menyelidiki kasus tersebut. Mustakim sendiri belum mengetahui secara pasti berapa jumlah pelaku yang ikut terlibat dalam kasus ini. 

Untuk mendalami kasus itu, para kepolisian akan memeriksa sembilan orang yang diduga melakukan bullying kepada SW. Pemeriksan akan dilakukan di Mapolsek Metro Tanah Abang pada hari Selasa (18/07/17). 


Ratu Berita

Tersangka Korupsi e-KTP, Setya Novanto Didesak Mundur Dari Ketua DPR dan Golkar

Ratu Berita - KPK memastikan kasus korupsi proyek e-KTP tidak akan berhenti sampai disini. Dalam pengembangannya, kemungkinan akan ada anggota DPR lain yang menyusul Setya Novanto menyandang status tersangka dalam kasus e-KTP tersebut. 


Setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto diminta untuk melepaaskan jabatannya sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Ketua Umum Partai Golkar. 

Tersangka Korupsi e-KTP, Setya Novanto Didesak Mundur Dari Ketua DPR dan Golkar

"Menurut saya, Setya seharusnya mundur," ujar Erwin Natosmal Oemar selaku peneliti Indonesian Legal Roundtable pada hari Senin (17/07/17). 

Menurut dia, marwah DPR dan Partai Golkar harus mendapatkan penjaga dari kepentingan pribadi para politikus yang tidak amanah. 

KPK menetapakan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. 

Menurut Ketua KPK Agus Rahardjo, Novanto diduga ikut mengatur supaya anggaran dari proyek e-KTP yang senilai Rp. 5.9 triliun disetujui oleh para anggota DPR. 

"SN melalui AA dicurigai memiliki peran untuk mengatur perancanaan dan pembahasan anggaran DPR dan pengadaan barang dan jasa," ujarnya ketika jumpa pers di Gedung KPK Jakarta pada hari Senin (17/07/17). 

KPK memastikan kasus korupsi proyek e-KTP tidak akan berhenti sampai disini. Dalam pengembangannya, kemungkinan akan ada anggota DPR lain yang menyusul Setya Novanto menyandang status tersangka dalam kasus e-KTP tersebut.

Baca Juga : Jokowi Mulai Buka Bicara Soal Pindah Ibu Kota RI


"Sudah kami sebutkan di dalam dakwaan, sidang dan tuntutan termasuk pihak lain yang diduga ikut menikmati aliran dana. Itu juga sudah cukup banyak yang sudah kami sebutkan dan tentu akan diproses lebih lanjut," kata KPK Febri Diansyah selaku Juru Bicara KPK. 


Sayangnya Febri tidak merinci siapa saja anggota DPR RI yang akan dijadikan tersangka KPK. Atas penetapan tersangka pada Setya Novanto, Febri menyatakan para penyidik akan mulai melakukan penyidikan baru. 


Ratu Berita

Menteri Sosial Himbau Suami Nenek Rohaya Agar Teruskan Sekolah

Written By Admin on Monday, July 17, 2017 | 1:11 AM

Ratu Berita - Ketika mengetahui informasi pernikahan beda generasi itu di seluruh media sosial, Kementrian Sosial langsung mengirimkan tim yang terdiri dari tiga orang untuk langsung bertemu dengan Slamet. Salah satunya dengan melakukan cek kesehatan masing-masing. 


Menteri Sosial Himbau Suami Nenek Rohaya Agar Teruskan Sekolah

Pernikahan antara Selamet (16) dan Nenek Rohaya (71) menjadi sebuah perbincangan yang sangat viral di kalangan para masyarakat lantaran terpaut perbedaan usia 55 tahun.

Pernikahan tersebut terjadi di Kabuapten Ogan Komering Ulu di Provinsi Sumatera Selatan pada hari Minggu (02/07/17).

"Sebenarnya bukanlah fenomena yang baru. Saya rasa hal ini yang kita prihatinkan. Menyesalkan bukan karena perbedaan usia namun karena salah satunya itu masih dalam usia anak anak," ujar Khofifah Indar Parawansa selaku Menteri Sosial di Gedung Konvensi, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan pada hari Minggu (16/07/17).

Menurutnya, di dalam aturan Undang-Undang perkawinan no 1 tahun 1974, laki-laki yang menikah seharusnya berusia 19 tahun sementara Selamet masih berusia 16 tahun. 

Ketika mengetahui informasi pernikahan beda generasi itu di seluruh media sosial, Kementrian Sosial langsung mengirimkan tim yang terdiri dari tiga orang untuk langsung bertemu dengan Slamet. Salah satunya dengan melakukan cek kesehatan masing-masing. 

Khofifah menyebutkan bahwa pertemuan tim juga ada pernyataan surat mengenai Slamet yang sudah menikah dibawah tangan atau istilahnya menikah siri dengan Nenek Rohaya. 

Meski demikian, Kementrian Sosial tetap meminta agar Slamet tetap mengikuti Kejar Paket agar bisa melanjutkan pendidikannya. 


Ratu Berita

Selamat Ulang Tahun Jupe, Sang Ibunda Tersungkur Di Pusara Makam

Ratu Berita - Sekitar 50 anak-anak kompak menngenakan baju serba putih dan turut hadir ke makam Jupe. 


Mengenang hari ulang tahun almarhumah Yuli Rahmawati atau yang lebih akrab disapa dengan nama Julia Perez (Jupe), para keluarga mendatangi makam Jupe di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur pada hari Sabtu (15/07/17).

Selamat Ulang Tahun Jupe, Sang Ibunda Tersungkur Di Pusara Makam

Keluarga yang terdiri dari Ibunda Jupe, Sri Wulansih serta adik adik Jupe, Nia Anggia dan Della Wulan Astreani sampai di makam Jupe sekitar pukul 11:00 WIB. 

Tidak hanya keluarga saja, di moment ulang tahun Almarhum Julia Perez yang ke-37, turut hadir juga anak-anak dari sebuah yayasan panti asuhan. 

Sekitar 50 anak-anak kompak menngenakan baju serba putih dan turut hadir ke makam Jupe. Ketika tiba dimakam, keluarga langsung mengajak semua anak yatim piatu untuk bangkit beridri mengelilingi pusara Jupe. 

"Assalamualaikum kak," ucap Della ketika tiba di depan pusara kakaknya. 

Lantunan doa kemudian dipanjatkan di depan pusara almarhumah yang menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 10 Juni 2017 yang lalu. Tidak lupa para keluarga untuk menaburkan bunga diatas pusara Jupe. 

Sri Wulansih yang berdiri di dekat tulisan nisan tidak kuat untuk menahan haru ketika doa dilantunkan oleh adik dan para anak-anak yatim piatu. Bahkan beliau meneteskan air mata di depan pusara anaknya tersebut. 



Sebelum meninggalkan makam Jupe, Sri Wulansih tersungkur di bawah nisan anaknya itu. Ia tidak berhenti menangis di pusara Jupe. Setelah berziarah ke makam, keluarga menggelar shalat Dzuhur dan pengajian bersama anak yatim piatu di rumah Almarhumah Jupe.

Sumber Tribunnews. 

Ratu Berita

Menkominfo Keluarkan Ancaman Tutup Semua Medsos

Written By Admin on Saturday, July 15, 2017 | 8:05 AM

Ratu Berita - "Jika tidak ada perbaikan, kami akan sangat mempertimbangkan untuk menutup platform. Maaf kalau terpaksa harus ditutup karena kita ingin menjaga kondusifitas agar teknologi media sosial dapat dimanfaatkan dengan baik," lanjutnya. 


Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) mengelurkan ancaman akan menutup seluruh platform media sosial yang masih meloloskan konten negatif yang mengancam keamanan negara. Salah satunya telah dibuktikan dengan menutup akses Telegram. 

Hal ini tentu menyusul dengan adanya peran media sosial dalam peracikan bom, contohnya. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh menteri menyusul beberapa aksi teror yang terjadi di Indonesia belakanganini. Terakhir kali bom panci milik Agus Wiguna (22) belajar meracik bom tersebut melalui internet.

Menkominfo Keluarkan Ancaman Tutup Semua Medsos


Menurut Rudiantara, penyebaran konten negatif terbagi menjadi dua, baik itu melalui situs internet ataupun media sosial. Untuk situs internet, masih bisa diatasi oleh pemerintahan.

"Jika situs itu bisa cepat diatasi oleh Menkonimfo. Sedangkan untuk media sosial itu kan melibatkan pemeritnah dan pelakunya itu sendiri," ujar Rudiantara setelah menghadiri acara deklarasi anti radikalisme di Kampus Unpad di Jalan Dipatiukur, Kota Bandung pada hari Jumat (14/07/17). 

Rudiantara juga mengatakan bahwa sudah sejak tahun 2016, pemerintah telah meminta platform media sosial untuk menutup dan memblokir konten yang bersifat negatif. Namun hingga saat ini baru sekitar 50% konten negatif yang berhasil ditutup. 

"Sampai sekarang masih mencapai 50% yang dilakukan oleh penyedia platform. Hal ini memang mengecewakan," katanya. 

Menkominfo telah kembali mendatangi platform media sosial untuk meningatkan mereka dalam menutup konten negatif pada bulan lalu. Pihaknya sendiri masih menunggu perubahan yang dilakukan oleh media sosial. 

"Jika tidak ada perbaikan, kami akan sangat mempertimbangkan untuk menutup platform. Maaf kalau terpaksa harus ditutup karena kita ingin menjaga kondusifitas agar teknologi media sosial dapat dimanfaatkan dengan baik," lanjutnya. 

Penutupan ini akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah akan membatasi terlebih dahulu iklan yang ditayangkan di media sosial karena bisnis utama platform media sosial adalah penayangan iklan. 

"Logikanya siapapun yang berbisnis menginginkan stabilitas keamanan politik. Ini platform media sosial mau berbisnis atau mengacaukan? Kalau berbisnis, ikuti saja aturan dari pemerintah," tegasnya.

Ratu Berita

Jokowi Mulai Buka Bicara Soal Pindah Ibu Kota RI

Written By Admin on Friday, July 14, 2017 | 7:05 AM

Ratu Berita - Di acara penyerahan sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan, Kalimantan Timur yang saya hadiri pada siang ini juga saya sampaikan bahwa ada tiga provinsi yang dikaji secara mendalam.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai buka bicara mengenai rencana pemindahan Ibu Kota negara luar Pulau Jawa. Hal tersebut kian disampaikannya melalui akun sosial medianya. 

Jokowi Mulai Buka Bicara Soal Pindah Ibu Kota RI


"Apakah Ibu Kota negara akan dipindahkan? Pindah kemana?" demikianlah Jokowi membuka pernyataannya pada hari Kamis (13/07/17). 

Presiden Jokowi secara tegas mengatakan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Negara tersebut masih terus dikaji. Meskipun sudah santer dikabarkan kajian mengerucut pada sebuah lokasi, namun Jokowi sendiri mengaku bahwa Ia tidak akan membeberkannya dalam waktu dekat ini. 

"Wacana tentang pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia hingga sekarang ini masih ada dalam tahap pengkajian. Di acara penyerahan sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan, Kalimantan Timur yang saya hadiri pada siang ini juga saya sampaikan bahwa ada tiga provinsi yang dikaji secara mendalam," tutur Jokowi. 

Provinsi yang mana sajakah ? 

"Tentu tidak akan saya buka untuk hal ini demi meminimalisir harga tanah yang dapat meningkat akibat aksi para spekulan. Rencana pemindahan Ibu Kota Negara ini memerlukan perhitungan yang mendalam dari berbagai aspek seperti sosial politik, infrastruktur dan juga perekonomian. Semuanya dihitung, lalu diketahui kebutuhan biayanya. Itu pastinya menyangkut biaya yang sangat banyak," tutupnya.

Ratu Berita


Ini Penyelidikan Pelajar Yang Tewas Saat Minum Es Kopi

Written By Admin on Thursday, July 13, 2017 | 3:40 AM

Ratu Berita - Firman yang merupakan warga Kampung Mancilan RT 05/RW 04, Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Pasuruan. Ia meninggal ketika menikmati es cappuccino di Kafe Hore, Jalan KH Ahmad Dahlan. 


Jenazah Firman Hidayat yang merupakan pelajar yang tewas ketika minum es kopi akhirnya dimakamkan. Kasus ini tetap akan menjadi misteri karena polisi telah menghentikan kasus ini atas permintaan pihak keluarga korban. 

Ini Penyelidikan Pelajar Yang Tewas Saat Minum Es Kopi

"Atas permintaan keluarga penyelidikan telah dihentikan. Keluarga diwakili oleh kakaknya yang sudah menandatangi surat pernyataan dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Keluarganya mengatakan bahwa semuanya terjadi atas kehendak Allah," kata Kanit Pidana Umum Polres Pasuruan Kota, Ipda Hajir Sujalmo pada hari Rabu (12/07/17). 

Firman yang merupakan warga Kampung Mancilan RT 05/RW 04, Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Pasuruan. Ia meninggal ketika menikmati es cappuccino di Kafe Hore, Jalan KH Ahmad Dahlan. 

Sebelum kejadian tersebut, Ia awalnya datang ke kafe sendirian. Seperti  pengunjung yang lain, Ia memesan minuman Capuccino instan merek terkenal. Ia pun menikmati minumannya hingga habis. 

Beberapa saat berselang, datang kedua temannya yang kemudian ikut duduk bersama korban yang juga memesan minuman yang sama. Tiga teman karib ini sebelumnya juga sempat bercanda. Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.20 WIB, korban langsung kejang-kejang dan meninggal dunia. 

Ratu Berita

 
Copyright © 2011. Ratu Berita - All Rights Reserved