HOT NEWS!

Latest Post

Posisi Jokowi Rawan, Gerindra Yakin Prabowo Jadi Presiden

Written By Admin on Monday, October 23, 2017 | 9:49 AM

Ratu Berita - Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih berada di peringkat pertama dengan elektabilitas sebesar 29,8 persen.

Posisi Jokowi Rawan, Gerindra Yakin Prabowo Jadi Presiden

Sementara Prabowo Subianto membayangi di angka 17,4 persen. Hasil itu didapat dari survei yang dilakukan oleh Roda Tiga Konsultan (RTK) dari tanggal 15 hingga 29 September dengan margin of error 1,96 persen.

Politisi Gerindra Ahmad Reza Patria menyambut positif angka itu. Dia menilai dengan elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen masih rawan. Sehingga, hal ini dapat direbut oleh pesaing-pesaingnya.

"Saya meyakini bahwa dengan elektabilitas Pak Jokowi yang di bawah 50 sebagai incumbent, itu angka yang rawan. Bahkan saya menyebutnya sebagai angka merah. Karena waktu dua tahun, tidak cukup bagi incumbent dengan berbagai masalah berat, terkait ekonomi, politik, hukum dan demokrasi untuk memperbaiki," ujar Reza di Mandailing Cafe, Jalan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Sehingga, katanya, dengan hasil demikian nama Prabowo Subianto akan menjadi pesaing ketatnya.

"Kami seluruh kader, pengurus, simpatisan, memohon mendukung dan berdoa agar beliau (Prabowo) siap, sehat. Dan elektabilitas naik terus. Kemudian siap dicalonkan sebagai presiden," ujarnya.

"Dan kami optimis Pak Prabowo bisa memenangkan pemilu di 2019 karena posisi incumbent yang memiliki banyak sumber daya, dana anggaran, program, aparat, dan sebagainya masih di bawah 50 persen," sambungnya.

Menurut Reza, yang membuat elektabilitas Jokowi tidak mencapai 50 persen atas persoalan Perppu Ormas. Sehingga, hal ini menjadi pukulan telak Jokowi.

"Terutama terkait Perppu Ormas dan lain-lain. Jadi pemerintah harus memikirkan dalam dua tahun ke depan ini, agar Perppu Ormas bisa ditolak, kemudian direvisi oleh pemerintah. Bukan sebaliknya diterima kemudian direvisi. Saya kira itu catatan kami," pungkasnya.


( Ratu Berita )

Polisi Sebut Anies Baswedan Paksa Buka Jalur Turun Puncak Saat Arus Naik

Written By Admin on Sunday, October 22, 2017 | 5:33 AM

Ratu Berita - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan datang terlambat saat acara pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA), di Kebun Raya Bogor.

Polisi Sebut Anies Baswedan Paksa Buka Jalur Turun Puncak Saat Arus Naik

Anies mengaku, keterlambatannya itu karena terjebak macet di Jalur Puncak setelah mengikuti kegiatan PNS Pemprov DKI Jakarta di area perkebunan teh Gunung Mas, Puncak, Bogor.

Dia lantas membandingkan kondisi kemacetan di Jakarta dengan Puncak saat akhir pekan.

"Mohon maaf saya datangnya terlambat, karena PNS Jakarta setahun sekali ada kegiatan outting di sana (Puncak). Saya pulang lebih awal, tapi tetap saja traffic di Puncak kalau akhir pekan mengalahkan Jakarta," ucap Anies.

Menanggapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Bogor menampik terjadinya kemacetan di Jalur Puncak.

Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Polisi Hasby Ristama menjelaskan, Anies turun dari arah Puncak menuju Bogor saat polisi sedang menerapkan sistem satu arah (one way) ke arah Puncak. Sehingga, otomatis kendaraan yang diprioritaskan untuk melaju dari arah Jakarta menuju Puncak.

"Justru, pak Anies meminta kami membuka jalur pada saat one way (satu arah). Padahal kami sudah minta beliau agar melintas jalur alternatif, tapi tidak mau," kata Hasby, saat dikonfirmasi.

Hasby menyayangkan sikap Pemprov DKI Jakarta yang tidak berkoordinasi dengan kepolisian setempat guna mengatur rekayasa lalu lintas.

Hal itu mengingat kondisi lalu lintas di Jalur Puncak setiap akhir pekan sangat padat.

"Bila berkoordinasi, kami pun bisa memberikan gambaran situasi Jalur Puncak. Seharusnya penyelenggara (Pemprov Jakarta), juga memaksimalkan kendaraan bus bila ingin pergi rombongan sehingga tidak membludaknya kendaraan di Puncak," kata Hasby.

( Ratu Berita )

Lagi-Lagi Gubernur Anies Baswedan Dipolisikan Karena Pidato Soal 'Pribumi'

Written By Admin on Friday, October 20, 2017 | 5:44 AM

Ratu Berita - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali dilaporkan ke polisi.

Lagi-Lagi Gubernur Anies Baswedan Dipolisikan Karena Pidato Soal 'Pribumi'

Kali ini, Anies yang baru beberapa hari dilantik dilaporkan sekelompok orang yang mengatasnamakan Federasi Indonesia Bersatu, karena pidato perdananya yang mengucapkan kata 'pribumi'.

"Sebenarnya ini tidak kita inginkan laporan ini, tapi sebagai gubernur terpilih harusnya lebih bijak, arif, mengayomi keseluruhan, bukan parsial, dia kan gubernur untuk semua, bukan hanya konstituennya," ujar salah satu kuasa hukum kelompok itu Rinto Wardana.

Rinto melaporkan Anies ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor LP/1082/X/2017/Bareskrim tanggal 19 Oktober 2017.

Kata Rinto, pidato Anies sangat sensitif. Sebab, kata pribumi telah dilarang dalam inpres no 26 tahun 1998.

"Ada juga undang-undang larangan diskriminasi dan ras, kemudian KUHP diatur pasal 157, undang-undang ITE juga 28 ayat dua. Yang sifatnya ras kan dilarang, kenapa seorang gubernur bicara begitu. Harusnya pasca dilantik dia menenangkan semua pihak, mengkondusifkan perbedaan, situasi panas sejak pilkada. Tapi itu memantik kembali. Akhirnya dia mau bangun Jakarta atau berpolemik seperti itu," jelasnya.

Dengan membawa bukti-bukti seperti rekaman video dan juga print out dari beberapa media, anak bangsa berharap Anies dan masyarakat luas dapat pembelajaran.

"Kita melaporkan untuk jadi pelajaran semua pihak. Jadi pemimpin harus bijak. Toh kita memenjarakan Ahok karena mulutnya nggak terjaga. Harusnya itu yang dituntut juga sebelumnya, sekarang kok Pak Anies yang justru begitu," pungkasnya.

Sebelumnya, Beberapa orang dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Anies dilaporkan terkait ucapan Pribumi saat pidato.

Anies telah memberikan klarifikasi atas pidatonya itu. Dia menjelaskan istilah 'pribumi' tersebut digunakan pada konteks penjajahan.

"Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu karena Jakarta kota yang paling merasakan, kalau kota-kota lain itu nggak merasakan Belanda secara dekat," kata Anies di ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta.

Dia menulis pidato yang mencerminkan kota Jakarta saat di jajah Belanda. Karena wilayah-wilayah lain di Indonesia tidak merasakan dijajah Belanda secara langsung.

"Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda karena itu memang kalimatnya di situ," jelasnya.

( Ratu Berita )

Fahri Hamzah: Wapres Seenaknya Aja Ngomong

Written By Admin on Thursday, October 19, 2017 | 4:30 AM

Ratu Berita - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan sikap Wakil Presiden Jusuf Kalla soal wacana pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) Polri.

Fahri Hamzah: Wapres Seenaknya Aja Ngomong

Ia merasa, sikap Wapres itu berbeda dengan sikap Istana. Karena itu, ia menganggap perbedaan sikap eksekutif tersebut tidak profesional.

Apalagi, kata Fahri, Presiden Joko Widodo belum sekalipun memanggil Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk membicarakan Densus Tipikor.

"Saya enggak ngerti. Kayaknya Presiden dan Wapres punya kantor masing-masing dan ngomong masing-masing. Padahal seharusnya mereka itu kantornya cuma satu, Istana. Presidensialisme itu ya presiden, jangan ada yang lain," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Fahri menambahkan, semestinya pemerintah mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana pembentukan Densus Tipikor dengan didahului rapat kabinet bersama Kapolri dan Jaksa Agung.

Ia mengatakan, DPR melalui Komisi III serius memberi masukan kepada Polri untuk mengorganisasi ulang strukturnya agar bisa optimal dalam memberantas korupsi.

Karena itu, ia meminta pemerintah menyikapinya dengan serius.

Sebab, lanjut dia, tugas utama pemberantasan korupsi ada di lembaga penegak hukum inti, seperti Polri dan kejaksaan.

"Kita mikirnya siang malem rapat sampe subuh, Presiden dan orangnya nanggepin kayak omongan pinggir jalan aja. Enggak profesional gitu lho. Enggak paham kita bahwa kita itu mikirnya serius. Dia (JK) seenaknya aja ngomong," lanjut politisi yang dipecat PKS itu.

Wapres Jusuf Kalla sebelumnya menilai, Polri tidak perlu membentuk Densus Tipikor.

Menurut dia, saat ini cukup memaksimalkan kerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian dan kejaksaan dalam pemberantasan korupsi.

"Jadi cukup biar KPK dulu, toh sebenarnya polisi, kejaksaan juga masih bisa menjalankan tugas. Tidak berarti perlu ada tim baru untuk melakukan itu, tim yang ada sekarang juga bisa. Difokuskan dulu KPK dan KPK dibantu sambil bekerja secara baik," kata Wapres di kantornya di Jakarta.

Wapres mengatakan, dalam pemberantasan korupsi perlu hati-hati dan jangan sampai isu tersebut menakutkan para pejabat untuk membuat kebijakan.

Menurut Wapres, salah satu yang memperlambat proses pembangunan disamping proses birokrasi yang panjang juga ketakutan pengambilan keputusan.

Ia menambahkan, pemberantasan korupsi jangan hanya menyapu dan basmi sehingga memunculkan ketakutan dan tidak bisa membangun, selain juga harus menjaga objektivitas.

Polri tengah membentuk Densus Tipikor. Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, butuh anggaran sekitar Rp 2,6 triliun untuk membentuk Densus Tipikor.

Tito merinci, anggaran tersebut termasuk untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp 786 miliar, belanja barang sekitar Rp 359 miliar dan belanja modal Rp 1,55 triliun.

Nantinya Densus Tipikor akan dipimpin seorang bintang dua dan akan dibentuk satgas tipikor kewilayahan.

Satgas tipikor tersebut akan dibagi tiga tipe, yakni tipe A (enam satgas), tipe B (14 satgas) dan tipe C (13 satgas).

Kapolri akan memaparkan rencana tersebut kepada Presiden Joko Widodo.

( Ratu Berita )

Jawaban Anies Baswedan Saat Ditanya Penutupan Alexis Hingga Reklamasi

Written By Admin on Tuesday, October 17, 2017 | 4:56 AM

Ratu Berita - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa berkomentar banyak mengenai janjinya semasa kampanye, yakni menutup Hotel Alexis dan perihal proyek reklamasi.

Jawaban Anies Baswedan Saat Ditanya Penutupan Alexis Hingga Reklamasi

Usai dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, wartawan bertanya kepada Anies soal kapan penutupan Hotel Alexis dilakukan.

Anies pun menjawab, "Nanti kalau sudah diumuminlah".

Menurut Aniues, akan menimbulkan kegaduhan jika penutupan hotel itu digembar-gemborkan di media massa.

"Ramai nanti," ujar dia.

Sementara, saat ditanya soal kelanjutan proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta, Anies lebih irit bicara.

"Nantilah. Pokoknya lihat janji saja," ujar Anies.

Anies menegaskan, saat ini adalah waktu untuk bekerja menunaikan apa yang telah ia janjikan semasa kampanye Pilkada Ibu Kota.

"Kami akan serius mulai bekerja langsung. Harapannya apa yang sudah direncanakan, bisa dilaksanakan," ujar Anies.

Janji kampanye

Anies Baswedan pertama kali menyuarakan niatnya untuk menutup hotel Alexis di Jakarta Utara pada debat publik yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta, 13 Januari 2017 lalu.

Saat itu, Anies menyinggung calon gubernur pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama, yang dianggap lebih tegas menggusur warga ketimbang menindak prostitusi.

"Untuk urusan penggusuran tegas, tetapi urusan prostitusi Alexis lemah. Prostitusi kelas tinggi aturannya a, b, c, enggak bisa bertindak. Di mana pegangan nilainya?" tanya Anies kepada Basuki atau Ahok, kala itu.

Sehari setelah debat publik, Anies kembali mempertegas niatnya untuk menutup hotel Alexis sebagai bentuk menindak tegas prostitusi. Anies menjanjikan untuk mewujudkan rencananya itu jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Ya, ya (ditutup). Saya sampaikan kita sudah kerja susah-susah, narkoba dibiarkan begitu saja. Rusak semuanya. Karena itu, kita serius kemarin," ujar Anies saat ditemui pewarta pada 14 Januari 2017.

Sementara itu, soal isu reklamasi, Anies-Sandi dengan tegas menyatakan bahwa mereka menolak reklamasi, pada masa kampanye Pilkada DKI 2017.

"Mengapa kita menolak reklamasi, karena memberikan dampak buruk kepada nelayan kita dan memberikan dampak kepada pengelolan lingkungan," kata Anies saat debat putaran kedua Pilkada DKI 2017 pada 12 April 2017.

Dalam beberapa kesempatan selama masa kampanye itu, Anies sering mengungkapkan niatnya menghentikan reklamasi dan menyelamatkan nelayan di Jakarta Utara. Menurut Anies, jika reklamasi tetap dilanjutkan, lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya.

( Ratu Berita )

TNI AL Sebut Ayah Lettu Satrio Purnawirawan Laksma & Penganiaya Cucu Pensiunan Mayor

Written By Admin on Monday, October 16, 2017 | 5:22 AM

Ratu Berita - Video perkelahian seorang prajurit TNI dengan pengendara mobil Mazda warna merah di tengah jalan viral di media sosial sejak siang tadi.

TNI AL Sebut Ayah Lettu Satrio Purnawirawan Laksma & Penganiaya Cucu Pensiunan Mayor

Prajurit TNI itu bernama Lettu Laut Satrio Fitriandi. Sementara pengendara mobil Mazda dengan nopol B 1599 PVH yakni inisial BP.

Rupanya, kedua orang itu masih dari keluarga TNI. Lettu Laut Satrio adalah putra dari Laksma TNI (Purn) berinisial S. Sementara BP (26), cucu dari Mayor (purn) Fx TH. Lokasi keributan di Jalan Pemuda Rawamangun Jakarta Timur.

"Kronologis kejadian, pengendara Mobil Mazda tersebut membuang sampah sembarangan melalui jendela mobil dan sampah mengenai teman Lettu Satrio yang sedang dibonceng, dan kemudian kedua pengendara berhenti, terjadi adu mulut dan pertengkaran serta berujung terjadi perkelahian," kata Kadispenal Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta dalam keterangannya.

Kasus ini disebut telah dilaporkan oleh Lettu Laut Satrio ke Polsek Pulogadung. Satrio disebut mengalami luka memar akibat pemukulan yang dilakukan oleh pengemudi Mazda inisial BP.

Laporan tersebut bernomor 147/K/X/2017/Spg. Namun kasus ini sekarang ditangani oleh Polres Jakarta Timur.

( Ratu Berita )

Mayat Berlumur Darah Di Sampit Diduga Korban Pembunuhan

Written By Admin on Sunday, October 15, 2017 | 7:37 AM

Ratu Berita - Masyarakat Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, geger ditemukannya mayat perempuan bernama Nur Fitri (24) di semak pinggir Jalan Pramuka Sampit.

Mayat Berlumur Darah Di Sampit Diduga Korban Pembunuhan

Kondisi mayat mengenaskan karena muka berlumuran darah.

Kepala Satuan Reskrim, AKP Samsul Bahri mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas penemuan mayat tersebut.

"Di TKP (tempat kejadian perkara), kami tidak menemukan benda-benda atau bekas tempat mencurigakan. Kemungkinan (dibunuh) di tempat lain kemudian ditaruh di sana karena tidak ada bekas-bekas pergumulan atau perkelahian," katanya.

Mayat Fitri ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh pengendara yang sedang melintas. Kondisi perempuan itu terlentang di semak dengan tas di sampingnya yang berisi kartu identitas dan lainnya.

Berdasarkan kartu tanda penduduk, korban beralamat di Jalan Iskandar 18, sedangkan alamat di surat izin mengemudi tertulis di Jalan Teratai 5 jalur 5 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Namun diketahui, korban berasal dari Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.

Samsul mengatakan, dilihat dari kondisi jenazah, Fitri diduga korban pembunuhan. Hasil visum sementara, dokter menyatakan ada luka bekas benda tumpul di kepala yang menyebabkan pembengkakan di kepala dan keluar darah di hidung. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kematian Fitri, jenazah korban rencananya diotopsi pada Sabtu malam.

Keterangan sejumlah saksi, Samsul menyebutkan bahwa Fitri merupakan teman dekat seorang pengusaha bidang pelayaran di Sampit. Jumat malam, Fitri diketahui pergi ke salah satu tempat hiburan malam di Sampit bersama rekan-rekannya.

Sabtu siang, sebuah mobil hitam yang terparkir di halaman Markas Polres Kotawaringin Timur, menjadi perhatian wartawan. Samsul membenarkan mobil tersebut adalah mobil yang sempat ditumpangi korban saat malam kejadian.

"Ada beberapa pihak yang kami curigai. Kami sudah menginterogasi beberapa dan ini masih kami kembangkan. Mudahan segera terungkap," harap Samsul.

Hingga Sabtu siang, jenazah Fitri masih berada di kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit. Sejumlah rekan-rekannya terlihat datang karena Fitri dikenal aktif mengikuti aerobik dan kegiatan lainnya.

Beberapa orang yang mengenalnya, mengaku sempat melihat kiriman video di akun media sosial Fitri, termasuk dengan mengenakan pakaian yang persis saat jenazahnya ditemukan Sabtu pagi. Mereka tidak menyangka orang yang mereka kenal itu pergi dengan cara tragis.

"Tadi malam itu statusnya instagramnya sepertinya galau. Saya sangat kaget begitu mengetahui mayat yang ditemukan itu ternyata Fitri," kata salah seorang rekan korban.

Penyidik masih memeriksa mendalam sejumlah saksi dan meneliti barang bukti. Kasus ini diharapkan segera terungkap dan pelakunya bisa ditangkap.

( Ratu Berita )

Suporter Tewas, Persita Tidak Akan Lanjut Liga 2

Written By Admin on Saturday, October 14, 2017 | 5:49 AM

Ratu Berita - Manajemen klub sepakbola dan pendukung Persita mengecam keras keributan yang terjadi antara pendukung tim pendekar Cisadane dengan oknum TNI.

Suporter Tewas, Persita Tidak Akan Lanjut Liga 2

Akibat keributan tersebut menyebabkan Banu Rusmana (17) meregang nyawa.

Direktur Klub Persita, Azwan Karim mengaku telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan kejadian yang menimbulkan korban jiwa itu mendapat penanganan.

"Walau sejauh ini fokus manajemen tim Ungu pada korban yang meninggal dan luka, namun manajemen telah melakukan langkah-langkah untuk memastikan kejadian ini mendapat penanganan yang sesuai kaidah hukum yang berlaku," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Azwan, pihaknya menilai, insiden 11 Oktober kemarin, merupakan sejarah buruk bagi Persita dan pendukungnya.

"Kami tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya dan yang lebih berat terjadinya insiden yang berujung hilangnya nyawa saudara kami" katanya.

Pihaknya secara tegas mengecam keras segala bentuk kekerasan yang dilakukan oknum-oknum yang melampaui batas kewajaran. Karena menurut dia, semua kejadian 11 Oktober kemarin bertolak belakang dengan nilai-nilai keolahragaan.

Manajemen, lanjut Azwan, juga segera melakukan langkah kongkret dengan berkirim surat untuk menceritakan detail kronologis kejadian tersebut.

"Laporan sudah kami layangkan kepada PSSI untuk dapat ditindaklanjuti. Kami ingin adanya Enforcement yang tegas terhadap regulasi yang ada terhadap oknum-oknum yang mencederai sepakbola," tutupnya.

( Ratu Berita )

La Nyalla Ngaku Didukung Habib Rizieq Nyalon Pilgub Jatim

Written By Admin on Friday, October 13, 2017 | 8:38 AM

Ratu Berita - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengaku mendapat dukungan untuk maju Pilkada Jatim dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

La Nyalla Ngaku Didukung Habib Rizieq Nyalon Pilgub Jatim

Dukungan itu diakuinya diperoleh saat keduanya bertemu di Makkah.

La Nyalla mengaku bertemu Rizieq di sebuah restoran khas Arab tak jauh dari Masjidil Haram, dan berbincang selama dua jam terkait niatan maju Pilkada Jatim.

Rizieq, kata La Nyalla, memberi dukungan dirinya maju dan memberi dua pesan sebagai modal, yakni pertama niat menjadi kepala daerah dengan ikhlas karena Allah SWT untuk membantu umat.

"Jangan ada niat lain dan yang kedua Rizieq minta saya untuk pamitan dan minta doa kepada semua ulama di Jawa Timur dengan mendatangi semua serta jangan dilihat mereka mendukung siapa. Apakah mereka mendukung Saifullah atau Khofifah. Datangi semua untuk minta doa sebagai bagian dari akhlak," katanya dilansir Antara.

La Nyalla mengatakan Rizieq bersama para ulama dan habaib siap mendukung ikhtiarnya untuk memenangi Pilkada Jatim 2018. La Nyalla juga menyambut baik dan berterima kasih atas dukungan yang disampaikan Habib Rizieq kepada dirinya, dan berjanji untuk memenuhi dua wejangan yang diminta orang nomor satu di FPI itu.

"Mumpung ini di tanah suci, disaksikan Habib Rizieq, saya nyatakan bahwa saya maju Pilkada Jatim dengan niat tulus ikhlas karena Allah SWT, untuk umat. Tidak ada niat jelek atau niat kotor lainnya," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan Pilkada Jatim akan berlangsung pada tahun 2018 dan beberapa partai politik sejak Juni 2017 sudah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin maju menjadi bakal calon gubernur di wilayah itu.

Berbagai kalangan mulai dari politisi, pengusaha dan beberapa pejabat di beberapa daerah sudah mulai mendapatkan dorongan dari warganya untuk maju menjadi pimpinan tertinggi di Jawa Timur.

( Ratu Berita )

Seorang Ayah Cabuli Anak Kandungnya Dari SD Hingga SMA

Written By Admin on Thursday, October 12, 2017 | 5:35 AM

Ratu Berita - Entah apa yang ada dalam benak seorang lelaki berinisial MH (40), warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara ini.

Seorang Ayah Cabuli Anak Kandungnya Dari SD Hingga SMA

Ia tega mencabuli dua anak kandungnya yang masih di bawah umur.

Bahkan seorang anaknya berinisial R (16), dicabuli sejak masih kelas 4 SD hingga saat ini, kelas 3 SMA.

“Awalnya, sekitar pukul 20.30 Wita, ibu korban, SA (40), datang ke SPK Polres Baubau melaporkan kejadian pencabulan terhadap anaknya yang dilakukan bapak kandungnya sendiri,” kata AKP Diki Kurniawan, Kasat Reskrim Polres Kota Baubau.

Begitu mendapat laporan, Satuan Reskrim Polres Baubau kemudian mencari pelaku MH dan berhasil membekuk MH seusai pulang dari memanah ikan di laut.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban (anak pertama) menyuruh ibunya, SA, untuk melaporkan ayah kandungnya ke polisi. Hal itu dilakukan seusai mendengar penuturan adiknya yang masih berusia 10 tahun telah dicabuli ayah kandungnya.

“Kakaknya yang saat ini sudah usia 16 tahun mengaku dicabuli bapaknya semenjak kelas empat SD sampai sekarang sudah kelas tiga SMA. Dari penuruan adiknya juga ternyata diperlakukan sama seperti dia,” ujarnya.

Pelaku MH terakhir melakukan aksi bejatnya terhadap anaknya R di rumahnya sendiri. Mendengar penuturan anaknya, SA kemudian melaporkan suaminya, MH ke Polres Kota Baubau.

“Kalau dengan kakaknya, pelaku melakukan berulang-ulang kali, dan kalau adiknya baru dilakukan sekali. Motifnya sampai saat ini pelaku mengaku khilaf,” ucap Diki.

Kini pelaku MH di tahan di ruang tahanan Polres Kota Baubau. Ia dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

( Ratu Berita )

Ahmad Dhani: Saya Berhak Mengutarakan Kebencian

Written By Admin on Wednesday, October 11, 2017 | 8:11 AM

Ratu Berita - Selama kurang dari dua jam artis musik Ahmad Dhani diperiksa di Polres Jakarta Selatan.

Ahmad Dhani: Saya Berhak Mengutarakan Kebencian

Dhani diperiksa karena dilaporkan terkait laporan dugaan ujaran kebencian yang dilakukan Dhani terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melalui akun media sosial miliknya.

Selama diperiksa, ada 22 pertanyaan diajukan oleh tim penyidik terhadap pentolan band Dewa 19 tersebut. Dhani mengaku tidak ada yang salah dengan tweet-nya.

"Saya benci pada penista agama dan pendukungnya. Saya benci pelakunya. Seperti saya benci pada pelaku pemerkosa dan pelecehan terhadap anak kecil," kata Dhani seusai diperiksa.

"Jadi saya berhak mengutarakan kebencian saya pada hal-hal yang melanggar undang-undang," sambung dia.

Menurut Dhani, ada tiga tweet atau status pada akun media sosialnya yang dilaporkan oleh pelapor. Dhani mengakui bahwa tweet pertama ia yang menulis langsung, sedangkan dua tweet selanjutnya adalah tim admin.

"Jadi saya tidak menggunakan handphone saya untuk nge-tweet. Saya WhatsApp ke admin, lalu admin nge-tweet," ujar dia.

"(Yang tweet yang pertama) saya yang memerintahkan, kalau kedua ide admin," sambung dia.

"Enggak masalah," jawab Dhani saat ditanyai apakah ada persetujuan dan tidak memasalahkan admin menulis status tanpa seizinnya.

Dalam laporan berita acara pemeriksaan atau BAP pun, Dhani menyebutkan bahwa semua akun media sosialnya seperti Twitter, Instagram, dan Facebook menggunakan admin. Termasuk, kata dia, beberapa artis yang bernaung di Republik Cinta Manajemen (RCM).

Menurut Dhani, ada tiga admin yang mengelola akun media sosialnya. Mereka digaji secara reguler oleh Dhani. Lantas sejak kapan Dhani menggunakan jasa admin?

"Sejak 2014, sejak Pilpres kemarin," ucap dia.

( Ratu Berita )

Demi Ibu, Politisi Golkar Suap Kepala Pengadilan Tinggi Manado

Written By Admin on Sunday, October 8, 2017 | 7:29 PM

Ratu Berita - Anggota DPR RI Komisi XI Aditya Anugrah Moha bersama dengan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Manado, Sulawesi Utara, Sudiwardono ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. 

Demi Ibu, Politisi Golkar Suap Kepala Pengadilan Tinggi Manado

Suap diduga telah diberikan Aditya kepada Sudiwardono untuk mempengaruhi putusan banding atas kasus korupsi Tunjangan Pendapatan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Boolang Mongondow. 

Terdakwa dalam kasus itu adalah Marlina Moha Siahaan yang merupakan mantan Bupati Boolang Mongondow dua periode 2001-2006 dan 2006-2011. Marlina merupakan ibu dari Aditya.

Politisi muda Golkar itu mengakui, dia menyuap Sudiwardono yang juga Ketua Majelis Hakim yang mengadili perkara Marlina Moha Siahaan demi membebaskan sang ibu dari kasus itu.

"Saya berjuang, saya berusaha maksimal demi nama baik seorang ibu," kata Aditya di Gedung KPK, Jakarta.

Politisi Partai Golkar itu enggan menjawab dari mana asal usul uang yang diberikan kepada Sudiwardono. "Nanti pengacara (yang ungkapkan)," kata Aditya.

Nilai harta kekayaan Aditya berdasarkan pelaporan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir pada 30 November 2014 adalah sebesar Rp 3,289 miliar. Harta itu terdiri atas harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1,585 miliar yang berada di 8 lokasi di kota Kotamobagu dan 2 lokasi di kabupaten Minahasa.

Alat transportasi senilai Rp 879,5 juta yang terdiri atas mobil merek Suzuki APV, sepeda motor merek Suzuki Satria, mobil merek Honda Accord dan mobil Honda CRV.

Aditya juga tercatat memiliki usaha PT Radio Suara Monompia senilai Rp 200 juta, logam mulia dan benda bergerak lain sejumlah Rp 127 juta, surat berharga senilai Rp 200 juta, serta giro setara kas lain sejumlah Rp 898,03 juta.

Namun Aditya tercatat masih memiliki utang senilai Rp 600 juta.

( Ratu Berita )

Djarot: Saya Tanya Pak Wali Berapa Tahun Danau Tidak Dibersihkan? Enggak Bisa Jawab

Written By Admin on Saturday, October 7, 2017 | 8:46 PM

Ratu Berita - Danau di Taman Situ Lembang tadinya dipenuhi dengan sedimen lumpur.

Djarot: Saya Tanya Pak Wali Berapa Tahun Danau Tidak Dibersihkan? Enggak Bisa Jawab

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede bahkan tidak tahu kapan terakhir kali danau itu dibersihkan.

"Setelah dapat laporan dari Pak Wali, saya tanya Situ Lembang ini berapa tahun enggak dibersihkan? Enggak bisa jawab dia. Kata dia 'sejak saya kecil kayaknya'. Artinya sudah puluhan tahun sedimen itu tidak dikeruk," ujar Djarot di Taman Situ Lembang.

Dia langsung menyuruh Mangara untuk menguruk danau itu. Awalnya, Mangara sempat bingung karena program ini tidak ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Djarot pun meminta agar pembersihan danau itu dilakukan secara gotong royong saja. Artinya semua dinas saling membantu untuk mengeruk sedimen dari danau itu.

Djarot ingin dana di Taman Situ Lembang menjadi percontohan. Dia ingin semua jajaran SKPD memeriksa kebersihan situ atau danau yang ada di wilayah masing-masing. Sedimen di tiap danau harus dikeruk agar kualitas airnya baik.

"Cek seluruh situ yang kita punyai. Jakarta ada berapa situ, tolong itu sedimennya diangkat. Supaya airnya ini jernih, dengan cara itu kita akan mengefektifkan ruang terbuka biru kita," ujar Djarot.

Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede mengatakan awaknya dia melaporkan adanya ikan-ikan yang tiba-tiba mati di Taman Situ Lembang. Setelah diperiksa, ternyata kandungan bakteri e coli air di danau tersebut mencapai 4.800 per 100 mili liter.

"Ini jauh di atas ambang batas dan ini jadi penyebab kematian ikan itu," kata Mangara.

Akhirnya sedimen yang ada di danau itu pun dikeruk. Mangara mengatakan lumpur yang dikeruk mencapai 8.014 meter kubik.

Setelah sedimen dikeruk, Mangara mengatakan kuakitas airnya menjadi jauh lebih baik. Djarot pun tak segan menyumbangkan ikan koinya untuk dipelihara di danau itu.

( Ratu Berita )

Sebut Trump 'Orang Bodoh', Sekretaris Negara AS Mau Mundur Musim Panas Ini

Written By Admin on Thursday, October 5, 2017 | 8:35 PM

Ratu Berita - Wakil Presiden AS, Mike Pence dan pejabat tinggi lainnya akhirnya turun tangan untuk membujuk Sekretaris Negara, Rex Tillerson agar tidak mengundurkan diri dari jabatannya pada musim panas ini.

Sebut Trump 'Orang Bodoh', Sekretaris Negara AS Mau Mundur Musim Panas Ini

Mereka telah bertemu pada akhir Juli lalu.

Hal ini berawal dari perseteruan antara Presiden Trump dan diplomat tertinggi negara tersebut yang semakin parah.

"Pertemuan Trump dan Tillerson terjadi beberapa hari setelah Tillerson bersama tim keamanan nasional Trump dan pejabat kabinet di Pentagon, secara terbuka mengkritik presiden dengan sebutan "orang bodoh," demikian NBC, yang mengutip tiga pejabat yang mengetahui kejadian tersebut.

Pada akhir Juli, Tillerson telah mempertimbangkan apakah akan kembali ke Washington dari perjalanan pribadinya ke Texas. Dia juga mengatakan secara terbuka pada akhir Juli kalau dia tidak pergi ke mana-mana.

Tillerson juga mengatakan kalau Amerika Serikat sebenarnya memiliki saluran komunikasi langsung dengan Korea Utara, untuk melihat apakah mereka tertarik untuk berdialog dengan harapan dapat mengurangi ketegangan.

Keesokan harinya di Twitter, Trump mengatakan kalau Tillerson membuang-buang waktunya. Setelah laporan NBC pada hari Rabu pagi, ahli kebijakan luar negeri akhirnya mendukung Tillerson agar dia mengundurkan diri.

"Rex Tillerson mendapat penanganan yang buruk dari Potus ( Donald Trump), karena alasan tersebut dia tidak bisa menjadi efektif di Sec State & harus mengundurkan diri," kata Council on Foreign Relations President Richard Haas, seperti dikutip dari Bussinesinsider.

Haas menulis bahwa akan sulit bagi siapa pun untuk menjadi sukses sebagai Sekretaris Negara saat ini, mengingat kebijakan Trump seperti meninggalkan TPP dan iklim Paris, serta kurangnya staf dan uang yang diberikan kepada Departemen Luar Negeri, dan peran staf gedung putih Haas yang juga mengatakan kebiasaan mentweet Trump yang bisa menjadi penghalang.

Demikian juga, Presiden Grup Eurasia Ian Bremmer men-tweet bahwa Tillerson harus meninggalkan posisinya.

"Saya tahu Rex dan dia sangat mampu, tapi sekarang dia berada dalam posisi yang tidak mungkin dan harus turun," kata Bremmer.

( Ratu Berita )

Negara Mayoritas Muslim Terbukti Lebih Doyan Korupsi Ketimbang Negara Kafir

Written By Admin on Wednesday, October 4, 2017 | 7:17 PM

Ratu Berita - Laporan dari lembaga Transparency International tahun ini memperlihatkan 57 negara mayoritas muslim lebih parah korupsinya ketimbang negara Barat atau kafir.

Negara Mayoritas Muslim Terbukti Lebih Doyan Korupsi Ketimbang Negara Kafir

Praktik korupsi di negara-negara muslim lebih bersifat endemik atau mewabah.

Negara mayoritas muslim tersebar di Asia, Afrika, hingga Timur Tengah. Meski umat Islam mempunyai ajaran luhur seperti salat, puasa, pergi haji, membaca Alquran dan menjalankan sunnah Nabi, namun justru komunitas muslim di dunia dikenal sebagai yang paling korup.

Praktik korupsi yang terjadi di negara-negara muslim meliputi penyuapan, pencucian uang, meraih keuntungan lewat nepotisme, mencuri uang rakyat, dan sebagainya. Praktik-praktik itu sangat sering terjadi dilakukan oleh pejabat negara, pengusaha, partai politik, imam atau ulama, hingga rakyat biasa.

Dikutip dari laman Huffington Post pekan lalu, dari 176 negara yang disurvei soal korupsi, sepuluh negara dengan praktik korupsi terburuk terjadi di negara mayoritas muslim seperti Irak, Somalia, Afganistan, Libya, Suriah, dan Yaman.

Orang boleh saja mengatakan negara-negara itu parah korupsinya karena tengah mengalami konflik atau perang. Tentu saja kondisi perang memang bisa membuat orang mengalami kematian, kelaparan, sakit, dan depresi. Apa pun dilakukan untuk bertahan hidup, termasuk korupsi.

Namun pada kenyataannya korupsi juga terjadi di negara muslim yang tidak sedang mengalami konflik atau perang. Indonesia, Pakistan, Bangladesh, yang penduduk muslimnya secara total mencakup 30 persen dari umat Islam sedunia, termasuk parah korupsinya.

Indonesia berada di peringkat 90, Pakistan 116, dan Bangladesh 145. Mesir yang dikenal sebagai negara rujukan hukum Islam dengan Al-Azharnya masih lebih korup ketimbang Indonesia, yaitu di peringkat 108. Nigeria, negara muslim di Afrika berada di urutan 136 bersama Libanon dan Kyrgyzstan yang juga mayoritas muslim.

Iran yang menjadikan Islam sebagai bagian dari revolusi sosial dan ekonomi berada di peringkat 131, sementara rival utamanya, Israel ada di urutan 28.

Saat ini, selain Denmark dan Swedia, negara yang indeks korupsinya rendah alias bersih dari korupsi mayoritas berada di Negara Barat. Inggris, Belanda, France, masing-masing berada di urutan 10, 8, dan 23. Australia dan Selandia Baru, jauh dari Eropa, masuk di peringkat 20 besar negara yang minim korupsinya.

Sebagian warga muslim meyakini yang namanya korupsi adalah warisan dari penjajahan negara Barat terhadap mereka. Namun kini negara muslim harusnya bisa menjawab pertanyaan sederhana: mengapa negara kolonial macam Inggris, Belanda, Prancis sudah bisa mengikis korupsi sementara di negara muslim yang sudah merdeka dari penjajahan praktik rasuah masih merajalela?

Sejujurnya, warga muslim seharusnya mengakui, dalam perkara korupsi, ajaran Islam yang sebenarnya justru malah dipraktikkan di negara-negara Barat yang peringkat korupsinya lebih baik, seperti di Swedia dan Denmark.


( Ratu Berita )

Wapres Kalla: Ini Persiapan Untuk Melawan Pak Jokowi...

Written By Admin on Tuesday, October 3, 2017 | 7:59 PM

Ratu Berita - Wakil Presiden Jusuf Kalla menjajal venue cabang olahraga panahan di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Wapres Kalla: Ini Persiapan Untuk Melawan Pak Jokowi...

Tidak hanya meninjau secara langsung terkait progres pembangunan venue panahan, Kalla juga sempat mencoba olahraga yang digemari Presiden Joko Widodo itu.

Kalla didampingi oleh seorang atlet. Sang atlet memandu Wapres Kalla soal bagaimana cara memegang busur panah yang tepat. Ini termasuk soal bagaimana cara memasang anak panah dan melepaskannya agar tepat sasaran.

Di tengah penjelasan sang atlet, Kalla sempat berkelakar.

"Ini persiapan untuk melawan Pak Jokowi," ujar Kalla, seraya terkekeh.

Mendengar pernyataan Kalla, sejumlah pejabat yang hadir tertawa.

Setelah siap, Kalla pun melepaskan anak panah ke target yang berjarak sekitar 10 meter. Namun, dari dua kali anak panah yang dilepaskan, tidak satu pun yang mengenai bagian tengah.

Anak panah pertama mengenai target bagian merah. Anak panah kedua mengenai target bagian hitam.

Hasil yang diraih Kalla tersebut sempat menjadi bahan candaan oleh Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) Erick Thohir.

"Itu simbol. Merah dan hitam akan gabung," ujar Erick seraya tertawa.

Sejak Selasa pagi, Kalla memang mengunjungi sejumlah pelatnas dan venue cabang olahraga sebagai persiapan Asian Games 2018. Selain ke Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kalla sebelumnya sempat meninjau pelatnas bulu tangkis dan venue pencak silat di Cipayung.

Di SUGBK sendiri, selain meninjau venue panahan, Kalla juga meninjau venue cabang olahraga sepak bola, akuatik, baseball, bulu tangkis dan voli.

( Ratu Berita )

Pansus KPK Ingin Konsultasi, Jokowi Jawab "Jangan Dibawa-bawa ke Saya"

Written By Admin on Sunday, October 1, 2017 | 7:24 PM

Ratu Berita - Presiden Joko Widodo tidak akan menerima permohonan konsultasi dari Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pansus KPK Ingin Konsultasi, Jokowi Jawab "Jangan Dibawa-bawa ke Saya"

"Sudah saya sampaikan. Jawabannya, (konsultasi Pansus KPK) itu domainnya DPR. Itu wilayahnya DPR. Jangan dibawa-bawa ke saya," ujar Jokowi di Kompleks Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

Jokowi menegaskan kembali bahwa lembaga eksekutif mendukung penguatan KPK secara kelembagaan.

"Komitmen kita jelas. Masa saya ulang-ulang terus bahwa penguatan KPK itu harus, ya sudah," ujar Jokowi.

Dua pekan lalu, Jokowi menyebutkan bahwa ia sebagai bagian dari lembaga eksekutif tidak memiliki wewenang dalam seluruh aktivitas Pansus Hak Angket DPR terhadap KPK.

Presiden menyebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh pansus sepenuhnya berada dalam wilayah DPR.

Pansus Hak Angket KPK telah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR untuk diteruskan kepada Presiden perihal rapat konsultasi tentang KPK.

Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Taufiqulhadi berharap rapat konsultasi dengan Presiden dapat dilakukan sebelum masa akhir kerja Pansus Angket, yakni 28 September 2017.

Pimpinan DPR RI kemudian memutuskan untuk tidak mengirimkan surat tersebut kepada Presiden.

( Ratu Berita )

Polisi: Mulai Hari ini Jonru Ditahan

Written By Admin on Saturday, September 30, 2017 | 7:19 PM

Ratu Berita - Jonru Ginting sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian, mulai hari ini, Sabtu (30/9/2017) sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

Polisi: Mulai Hari ini Jonru Ditahan

Penahanan tersebut dilakukan usai dilakukan pemeriksaan Jonru sebagai tersangka.

"Iya sudah ditahan. Mulai hari ini ditahan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Kompas.com, Sabtu.

Argo menjelaskan pada Jumat kemarin, Jonru selesai diperiksa dan mengakui bahwa dia menulis ujaran kebencian di media sosial. Sementara itu, kata Argo, saat ini sedang dilakukan pemberkasan terhadap kasus tersebut.

"Kami mulai pemberkasan, setelah kita meriksa semua saksi selesai, kita kirim ke jaksa," kata Argo.

Jonru Ginting dilaporkan oleh Muannas Al Aidid ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/8/2017). Laporan ini diterima polisi dalam laporan bernomor: LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus.

Dalam laporan itu, polisi menyertakan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Muannas menilai, unggahan Jonru di media sosial sangat berbahaya dan jika dibiarkan dapat memecah belah bangsa Indonesia.

( Ratu Berita )

Kehilangan Kamera Rp 229 Juta, Dhea Imut Minta Pertanggungjawaban

Written By Admin on Friday, September 29, 2017 | 7:07 PM

Ratu Berita - Artis peran Dhea Annisa atau lebih dikenal dengan nama Dhea Imut mengungkapkan rasa kecewanya saat mengetahui kamera seharga Rp 229 juta miliknya hilang.

Kehilangan Kamera Rp 229 Juta, Dhea Imut Minta Pertanggungjawaban

"Ya pastinya aku kecewa banget dan kan itu (kamera) kan mau dipakai buat shooting dan enggak nyangka aja bisa kejadian seperti ini," kata Dhea saat telewicara di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Diberitakan sebelumnya, Dhea kehilangan kamera Canon C500 seharga Rp 229 juta setelah menggunakan sebuah jasa pengiriman barang.

Dhea melalu pamannya, Diad Ote mengirimkan kamera tersebut kepada seorang teman (calon pembeli kamera Dhea) di Malang, atas nama Toto atau Rihadi.

Setelah ditunggu beberapa hari, kamera tak kunjung tiba ke tempat tujuan yang dimaksud.

Belakangan diketahui ada seorang pria datang mengambil kamera Dhea dengan meninggalkan kartu identitas bernama Totok Suhadi.

Dhea terkejut terkejut lantaran pria bernama Totok Su hadi itu bukanlah pembeli kamera Dhea yang sebenarnya.

Ketika ibunda Dhea, Masayu Chairani meminta pertanggungjawaban dari pihak jasa pengiriman, Pihak jasa pengiriman menganggap masalah ini telah selesai.

Bintang sinetron Bidadari itu mengatakan hingga kini belum ada itikad baik dari pihak jasa pengiriman untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Ya aku pengennya sih baik-baik aja, cuma sampai sekarang enggak ada niat baik, jadi pengen tau aja kamera aku ke mana, hilang gitu aja," ucapnya.

Dhea pun merasa kecewa karena sampai saat ini nasib kameranya belum diketahui.

"Harapannya ada niat baik dan ada kejelasan kamera aku hilang. Ada tindak lanjut aja, dari pihak ada niat baiknya buat ngembaliin kamera aku yang hilang," sambungnya.

( Ratu Berita )

Tuai Pujian, Ini Kata Fredy Candra Yang Berangkatkan 65 Gurunya Jalan-Jalan

Written By Admin on Thursday, September 28, 2017 | 7:04 PM

Ratu Berita - Aksi Fredy Candra memberangkatkan 65 gurunya selama SD, SMP hingga SMA untuk jalan-jalan ke luar negeri menuai pujian.

Tuai Pujian, Ini Kata Fredy Candra Yang Berangkatkan 65 Gurunya Jalan-Jalan

Gila, luar biasa, istimewa, salut, hanyalah sebagian kata pujian yang terlontar sebagai reaksi atas kemurahan hati Fredy.

Fredy sendiri enggan diwawancara setelah ceritanya ramai diperbincangkan.

"Kalau bisa, bapak dan ibu gurunya saja yang diwawancara, saya jangan ya," tuturnya dalam pesan WhatsApp.

Namun kemudian, Fredy kemudian menuliskan status di akun media sosialnya. Dia mengaku tak menyangka hal ini bakal ramai diperbincangkan.

Fredy menolak menerima pujian yang diberikan kepadanya. Bagi dia, pujian tersebut seharusnya ditujukan kepada Tuhan dan para gurunya. Dia enggan menjadi subyek yang dibicarakan.

Dalam tulisan ini pula, Fredy mengungkapkan alasannya melakukan hal yang membuat banyak orang terkagum. Apa saja?

Berikut ini pernyataan Fredy di akun media sosialnya:

"Melihat seorang guru seperti melihat sebuah masa depan cerah yang telah dijanjikan untuk dunia ini. Ingatkah kita ketika Jepang pernah hancur? Jepang saat itu lumpuh total, Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jenderal masih hidup dan menanyakan kepada mereka, 'berapa jumlah guru yang tersisa?'.

Betapa bernilainya seorang guru di mata Kaisar saat itu sama seperti betapa bernilainya guru saat ini. Jepang menjadi negara maju seperti saat ini tak lepas dari pengaruh dan campur tangan guru.

Bapak guru Sulikin M.pd mungkin 'khilaf' dan 'kurang bercermin' ketika menulis bahwa saya 'murid gila'. Jelas-jelas yang gila itu adalah Bapak, Bapak Ibu guru SD Sampangan, SMPN1 dan SMAN1 saya yang secara 'sembrono' mengabdikan diri lebih dari separuh usianya dari muda sampai beberapa sudah pensiun, berusaha membuat saya sebagai salah satu muridnya dan banyak murid yang lain menjadi orang sukses dan berhasil.

Yang 'gila' itu adalah Bapak Ibu guru yang mengabdi di sekolah-sekolah, madrasah, PAUD, baik di kota, di daerah dan daerah terpencil dengan gaji pas-pasan dan herannya masih mau ngajar, itu baru gila!!!

'Kegilaan' para guru itulah yang membuat saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada guru saya dengan mengajak berwisata bersama, melalui tulisan Bapak Sulikin bertajuk "Muridku Gila" yang saya pikir “ah palingan bocor halus” eh malah “mbledos” jadi viral dan ….. malah saya yang dipuji (kalau guru yang memuji saya terima deh), dikasih sanjungan teman-teman dan berbagai pihak '…hebat kamu Fred..', '….salut sama kamu…', '…kamu luar biasa…'.

Beberapa hari ini, saya mencoba dengan sekuat tenaga berusaha menerima pujian-pujian itu, ngga tau bagaimana tapi mulai dari rasa segan sampai perasaan malu selalu muncul tiap kali ada pujian disampaikan, tetapi pada akhirnya hati nurani saya tidak bisa menerima sanjungan tersebut.

Saya harap saya cukup sebagai inspirasi saja dan tidak lebih, juga kiranya teman-teman di medsos tidak lagi membahas Fredy-nya dan saya ingin mengembalikan pujian teman-teman kepada yang lebih layak menerimanya, yaitu Tuhan dan juga dalam hal ini guru-guru saya.

Harusnya “… hebat guru kamu Fred..” , ”…salut sama guru kamu…”, “… guru kamu yang itu top banget ..”

Cukup bagi saya menjadi alumni yang bisa bahagia menikmati air mata yang menetes ketika melihat foto-foto dan video gurunya yang tertawa lepas dan bahagia menikmati waktu berwisata bersama-sama yang mungkin jarang didapat selama aktif mengajar, saya bisa menangis terharu, saya bisa memeluk guru saya, ketawa-ketiwi, meminta selfie, memposting foto saya bersama guru, tanpa saya “diganggu” oleh puja-puji yang tidak sepatutnya saya terima.

Apalagi secara akademis saya tidak pantas jadi panutan, asal tahu saja jenjang S-1 pun saya tidak lulus, dan akhirnya sekarang saya bekerja jadi seorang Sales Engineer di sebuah perusahaan internet.

Saya tidak tahu apakah tulisan saya ini masih direwes, diperhatikan atau tidak, mengingat tulisan di koran online sudah terlanjur tersebar dan viral ke mana-mana, di mana saya yang malah menjadi subyeknya, analoginya ada orang hampir tenggelam ditolong, eh malah yang disanjung bukan penolongnya malah orang yang hampir tenggelam tersebut yang disanjung, kan ngga lucu.

Mudah-mudahan melalui postingan ini teman-teman bisa mengurangi pembicaraan mengenai saya, dan berbicara lebih mengenai kenangan atau sesuatu yang berkesan selama diajar oleh para guru, atau komentar saat guru berwisata, intinya subyeknya adalah “THE TEACHERS” dan bukan saya.

( Ratu Berita )

 
Copyright © 2011. Ratu Berita - All Rights Reserved